ayam kampung, Bibit Ayam

Berikut Harga Ayam Kampung Terbaru Maret 2021

Harga Ayam Kampung

Sampai saat ini ayam kampung masih menjadi unggas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Hal ini disebabkan harga ayam kampung di setiap periodenya selalu mengalami kenaikan. Meskipun untuk memelihara ayam jenis ini sendiri tidaklah semudah yang dipikirkan, karena butuh perjuangan yang cukup keras.

Mulai dari persiapan kandang hingga pemberian vitamin supaya tidak mudah terserang penyakit. Namun tetap saja keuntungan yang berar seolah menjadi iming-iming tersendiri bagi para peternak. Bagi Anda yang sekarang ini sedang berencana atau berniat membudidayakan ayam kampung simak penjelasan berikut ini.

Harga Ayam Kampung Terbaru yang Wajib Anda Ketahui

Baru-baru ini banyak yang mengeluhkan bahwa harga ayam kampung mengalami kelonjakan yang cukup tajam. Tentu saja semua ini dapat memberikan dampak yang positif dan negatif. Positifnya para peternak memperoleh keuntungan yang besar, sedangkan negatifnya konsumen jadi berpikir dua kali untuk membeli.

Jika biasanya harga ayam kampung versi dagingnya hanya dibandrol Rp 65.000 per ekornya, namun kini naik tajam hingga Rp 150.000 – Rp 200.000 per ekornya. Bahkan harga ini masih menjadi simpang siur karena tergantung dengan besar kecilnya ukuran dari ayam itu sendiri.

Baca Juga : Jual Ayam Kampung Karkas Berkualitas dan Tips Memasarkannya

Sedangkan jika Anda membeli ayam kampung yang masih hidup akan mendapatkan harga yang lebih miring. Pasalnya untuk setiap ekor hanya dibandrol mulai dari Rp 50.000 saja. Meskipun tetaplah harus menyesuaikan dengan usia dan bobot dari ayamnya.

Harga ayam kampung masih bisa berubah kapanpun, yakni tergantung dengan kelangkaan, produsen, dan peminatnya. Jadi dapat dikatakan keuntungan dari peternak juga berdasarkan ketiga faktot tersebut, dan jika Anda mau mencoba bagaimana rasanya jadi pengembangbiak ayam kampung simak tips berikut.

Cara Membudidayakan Ayam Kampung Supaya Berkembang Banyak

Harga Ayam Kampung

Sebelum membahas tentang cara membudidayakan ayam kampung alangkah baiknya jika Anda mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Ayam kampung merupakan sejenis unggas yang sangat sering Anda jumpai berkeliaran di sekitaran rumah warga perkampungan.

Meskipun lebih identik dengan peliharaan orang pedesaan, namun jangan salah mengira karena perkembangan dari ayam kampung sudah sangat menyebar luas di berbagai pelosok nusantara. Oleh karenanya tak sedikit masyarakat yang mengenal bahkan mencoba beternak.

Dari jaman dahulu ayam ini selalu diminat karena tak hanya harga ayam kampung daging saja yang tinggi namun telurnya juga demikian. Maka dari itu tak heran jika ada banyak orang yang berlomba untuk menjadi produsen tetap karena peluangnya sangat besar. Terlebih dengan segudang keunggulan yang dimilikinya.

Baca Juga : Tutorial Cara Ternak Ayam Kampung Rumahan Agar Omzet Jutaan

Dalam mencoba membudidayakan ayam kampung ada 3 cara penting yang wajib Anda mengerti. Bisa dikatakan cara ini merupakan hal yang paling dasar, sehingga bisa menuntun Anda untuk mencapai kesuksesan dalam membudidayakan ayam ini.

1. Intensif

Cara yang pertama sering disebut sebagai intensif, artinya ayam akan dikurung selama 24 jam dalam kandang tanpa ada kebebasan untuk berkeliaran di sekitaran. Namun langkah ini bisa jadi kurang efektif karena tidak terlalu cocok dengan kehidupan ayam kampung.

Akan lebih baik jika langkah ini digunakan atau diterapkan bagi ayam potong atau petelur yang sejatinya tidak pernah keluar kandang. Apabila Anda tetap menerapkannya maka akan berkemungkinan perkembangannya kurang baik sehingga mempengaruhi harga ayam kampung.

2. Semi intensif

Semi intensif merupakan cara budidaya ayam kampung yang dilakukan dengan cara membebaskan namun juga mengurung. Artinya ayam tetap dibiarkan liar, hanya saja ada pembatas berupa pagar yang luas dan rumah-rumah kecil sebagai tempat berteduhnya.

Cara ini dinilai paling efektif bagi para peternak, karena akan lebih mudah untuk mengawasinya. Selain itu adanya pagar akan membuat predator sulit untuk memasuki kawasan kandang. Sehingga perkembangannya pun baik dan harga ayam kampung bisa semakin tinggi.

3. Ekstensif

Terakhir disebut sebagai ekstensif yang artinya ayam dibebaskan begitu saja untuk mencari makan sendiri. Meskipun kadang masih diberikan makan secara rutin namun kehidupannya lebih banyak dilakukan di luar kandang. Hanya kalau sudah waktunya masuk ayam akan berdiam diri ke kandang.

Cara ini sering diterapkan sebagian besar masyarakat karena faktor keterbatasan lahan. Meskipun tetap efektif namun sebenarnya resiko terserang penyakit dari lingkungannya dan dimakan predator akan semakin besar. Untuk itu jika ingin budidaya banyak jangan gunakan cara ini.

Tahapan Lanjutan

Setelah mengetahui 3 teknik awal untuk budidaya ayam kampung selanjutnya Anda bisa menyikapi beberapa tahapan yang sudah dirangkumkan berikut ini.

1. Mempersiapkan lokasi dan kandang

Hal pertama yang haruslah Anda pikirkan adalah mempersiapkan lokasi dan kandang untuk budidaya ayam. Pasalnya kandang ini akan menjadi tempat ayam berteduh, berkembang biak, dan mencari makan, jadi harus diperhatikan sebaik mungkin situasi dan kondisinya.

Lokasi kandang yang baik itu berjarak 10 meter dari rumah supaya bau kotorannya tidak tercium sampai pemukiman warga lainnya. Kandang haruslah tetap dalam keadaan kering dan memasang pagar di sekitaran kandang supaya tidak ada predator yang masuk.

2. Memilih bibit yang berkualitas unggul

Setelah kandang siap Anda haruslah memilih bibit yang berkualitas unggul. Pastikan jumlah dari ayam kampung betina lebih banyak daripada jantan untuk menghindari pertikaian yang berujung kematian. Jika Anda sudah membeli indukannya kelola dengan baik supaya berkembang biak.

Akan jauh lebih baik jika Anda menetaska calon bibit-bibit unggu lainnya. Adapun yang bisa Anda lakukan untuk membeli ayam kampung adalah memperhatikan ciri-cirinya. Usahakan ayam tidak sakit, bulunya halus dan mengkilap, lincah, agresif, dan matanya bersih serta cerah.

Itu menjadi pertanda bahwa ayam dalam kondisi yang baik dan layak menjadi indukan. Semakin menghasilkan ayam yang berkualitas maka akan sangat memungkinkan harga ayam kampung Anda naik dengan drastis di pasarannya.

3. Memberikan pakan yang sesuai

Pakan merupakan kebutuhan utama ayam yang wajib Anda penuhi supaya unggas tersebut bisa bertahan hidup dan berkembang dengan baik. Pakan yang baik mengandung nutrisi yang lengkap dan memberikan manfaat bagi kesehatannya.

Banyak jenis dari pakan yang dapat menjadi pilihan Anda. Diantarnaya seperti konsentrat, sisa makanan (nasi, dan komponen lainnya), sayuran, dan lain sebagainya. Kombinasikan saja supaya ayam bisa memperoleh kebutuhan gizi yang cukup.

4. Merawat dengan baik

Perawatan dari ayam kampung sangat berbeda dari ayam hias. Tak perlu muluk-muluk yang penting kebersihan kandang terjaga dan selalu diberikan pakan setiap hari. Hanya saja yang butuh perhatian khusus ialah ketika ayam masih kecil atau baru keluar dari telur, karena masih rentan terserang bakteri.

5. Panen

Masa panen ayam kampung bisa disesuaikan dengan pemiliknya. Jika Anda menjual ayam kecil maka sekalipun umurnya masih beberapa hari sudah bisa dipanen. Namun akan lebih menguntungkan jika panen dilakukan ketika ayam sudah besar. Pasalnya harga ayam kampung akan jauh lebih tinggi.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang info harga ayam kampung terbaru baik segi daging maupun masih hidup dan cara membudidayakan ayam kampung supaya hasil panen melimpah. Menjalani bisnis ini akan memberikan Anda keuntungan yang sangat menggirukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *